Dark Tumblr Themes
@sman2cimahi @X1smandaci14 @SepuluhIpaTiga @limboseven

Endang : Med! Ada itu di UKS
Gue : Wah?
Endang : Cepet masuk!
Gue : (masuk)
Gue : Hey ta
Tahta : Med, itu dikasur ujung. Tadi malik kesini loh
Gue : Padahal dia lagi ulang tahun hari ini
Tahta : 16?
Gue : Iya, aku juga masih 16 haha
Blash : Med, pura-pura ngaca yok?
Blash : (ngintip lewat tirai) "ganteng hayo med"
Gue (ikut ngintip) Parah lagi bangun


lewat depan anak-anak yang PT
A : Made!
Aku : (Ga ngeh) Eh hey, A!
Temen yang duduk di sebelah A : Kamu teh jangan panggil-panggil ih!
A : Hehe (sambil lirik-lirik temennya)

Coba liat hari ini, sore ini, kamu yang berkaus hijau! Aku mau bicara.


(via telp)
Mam : Kamu dimana teh?
Aku : Baru mau pulang,bu
Mam : Ga mau dijemput?
Aku : Teteh sama temen
Mam : Beneran?
Aku : Iya
Mam : Hati-hati ya? Padahal ibu udah deket ke sekolah loh
Aku : Ya bu, gapapa da.
Dad : (suaranya kedengeran dari telp) Mas ini basonya ga pake sambel kan?
Aku : (dalam hati) Ternyata mereka lagi ngedate di tukangbaso -_- ngapain nelpon nawarin ngejemput coba?


vin : (nabrak bahu) Eh maaf
aku : Eh iya gapapa
vin : (senyum)
aku : (pura-pura ga ngeh, padahal seneng)

Kangen.

Itu aja,makasih waktunya :)



X : Made..
M : (Balik badan) Ya?
X : Pulang bareng siapa?
M : (Ga denger) Apa?
X : Pulang bareng siapa?
M : (Ga denger lagi) Hah?
X : Pulang bareng siapa?
M : Oh, itu sama .....
X : Oh hati-hati ya, dia mah suka ngebut


A: kuku!
B: anggur!
A: apa ai kamu?
B: pura-pura ga ngerti
A: -_-
C: ngomongin apa sih?
B: masa ga ngerti? Kode :)
A&B: -_-

university day: anda menemukan saya disana.
Setiap sesi punya makna tersendiri,iya kan?

Lama saya memikirkan tulisan yang bakal ditulis di blog. Dan saya temukan anda di lobus oksipital saya,berjalan melewati saya. Wangi.

Kamu dan aku. 2 buah kursi dan sebuah meja menemani kita. Kenapa begini? Larut dalam diam selama 1 jam ini.

Sore ini aku dikejutkan kedatanganmu yang mendadak, bisa dibilang kita sudah lama tak bertemu. 4 atau 5 tahun lalu saat terakhir aku melihatmu dalam balutan seragam almamater kita. Reaksi ibuku simpel, tersenyum samar. Ia mempersilahkanmu duduk dan aku segera menghilang masuk dapur untuk membuatkanmu minuman. Huh. Tarik nafas-buang. Aku belum siap.

Teh itu sudah dingin sekarang. Aku belum mengerti maksudmu sampai kamu menyodorkan sebuah buku padaku, buku putih itu. Dulu aku menulis buku itu untuk hadiah ulang tahun ke-tujuh-belasmu. Masih disimpan rupanya.

“Apa rasanya masih sama?”

Aku cuma diam.

“Kenapa?” kamu bertanya lagi, aku masih diam.

“Kenapa kamu cuma diam?”

“Aku harus apa?”

“Bicara, apapun”

“Dulu…aku memang menyukai-mu.”

sangat menyukaimu.

“Apa rasanya masih sama?”

“Apa yang dapat diharapkan oleh seorang aku? Wanita hanya menunggu kamu tahu!”

Kamu terdiam.

“Menunggu itu bukan hal mudah. Aku memang salah, maaf. Seharusnya aku sadar dan seharusnya Alwi memberitahu lebih awal” Beberapa saat kamu bicara lagi.

“Bukan salah Alwi, aku memang memintanya tutup mulut” kataku menimpali.

“Sampai hari kelulusan? Sampai aku baru menyadari betapa…perhatiannya kamu selama 3 tahun itu? “

Aku tersenyum miris. Sudahlah.

“Itu bukan salah siapapun, aku menunggu karena kemauanku sendiri!”

Kami diam lagi.

Hembusan angin sore membelai rambutmu, rambut yang sama mempesona seperti dulu saat kamu bermain bola di lapangan sekolah sore hari.

“Tehnya dingin, Biar aku buatkan teh lagi” ujarku sambil beranjak dari kursi.

“Tidak perlu repot, aku hanya perlu 1 penjelasan lagi untuk mengakhiri ini,” Kamu mengeluarkan sebuah kotak dari dalamnya kamu ambil sebuah calengan keramik berbentuk apel. Bagian atasnya bisa dibuka tutup. Itu kenang-kenangan untuk semua teman terbaik waktu SMA.

“Aku baru menyadarinya seminggu yang lalu”

Lalu kamu membuka tutup celengan dan memperlihatkan padaku tulisan kecil yang berderet rapi di dalam dinding celengan.

“Apa ini?”

“Lirik lagu”

“Tapi hanya ada pada keramik apelku!”

“Aku………….. sengaja” nafasku tercekat seketika.

“Jadi, apa rasanya masih sama? Seperti 4 tahun 6 bulan yang lalu? Apa kamu masih menungguku?”

Nafasku makin sesak. Kenapa ini? Perasaan itu timbul lagi. Bertahun-tahun perasaan tertimbun itu datang lagi. Aku tertunduk sambil mempermainkan cincin di jemari tanganku.

“Aku cuma ingin kembali.”

“Apa masalahmu? Aku sudah menetapkan pilihan lain. Dan kamu pastinya punya pilihanmu sendiri.”

“Kamu hanya menyakiti hatimu sendiri, Clara.”

Aku terkesiap mendengar nama itu, nama panggilan khusus itu. Kamu baru menyebutkannya lagi setelah sekian lama……

“Aku mendengar kecelakaan itu, kesedihanmu harus ada obatnya.”

Aku mulai menangis.

“Tuhan lebih tahu jodoh terbaik untuk kita,”

“Apa kamu tak menemukan orang lain? Sebab aku bukanlah yang dikatakan…….sempurna. Aku bukan orang pintar bicara seperti wanita yang kamu ingin! Aku bukan seorang pramugari dan aku bukanlah seorang populer sepertimu!”

“Aku pun tak sempurna, Clara! Sempurna itu ada bila 2 sisi yang tidak sempurna bertemu. Dan aku menemukanmu di sisi lain hidupku. Dan sempurnalah sudah.”

“Aku masih seperti dulu, Dri! Menunggumu”

“And if you help me to start again, You know that I’ll be there for you in the end”

Aku mendengar seseorang berjalan menjauhi kami. Suara kaki ibu. Sore itu aku memulai lagi cinta baru, dengan orang yang sama. Kamu.

I’ve been living with a shadow overhead
I’ve been sleeping with a cloud above my bed
I’ve been lonely for so long
Trapped in the past, I just can’t seem to move on


I’ve been hiding all my hopes and dreams away
Just in case I ever need them again someday
I’ve been setting aside time
To clear a little space in the corners of my mind

All I wanna do is find a way back into love
I can’t make it through without a way back into love
Oh oh oh

I’ve been watching but the stars refuse to shine
I’ve been searching but I just don’t see the signs
I know that it’s out there
There’s gotta be something for my soul somewhere

I’ve been looking for someone to shed some light
Not somebody just to get me through the night
I could use some direction
And I’m open to your suggestions

All I wanna do is find a way back into love
I can’t make it through without a way back into love
And if I open my heart again
I guess I’m hoping you’ll be there for me in the end

There are moments when I don’t know if it’s real
Or if anybody feels the way I feel
I need inspiration
Not just another negotiation

All I wanna do is find a way back into love
I can’t make it through without a way back into love
And if I open my heart to you
I’m hoping you’ll show me what to do
And if you help me to start again
You know that I’ll be there for you in the end


Kadang orang salah menilai.
Faktor kurang sabar atau menyadari kelakuan sendiri?
Saya hanya mengingatkan, jangan tersinggung.

upacara dirgahayunya TNI AD :) @lapbrigif

9.34 diantara tumpukan orang-orang di koridor. Satu celah antara mempertemukan kedua mata kita.

Anggapan salah kaprah saat Anda mencoba mendekati sahabat Saya. Anda suka jadi salah kaprah pada Saya! Saat sahabat Saya tak merespon Anda dan malah berlari menuju Saya. Cap sebagai “perebut” jadilah kena ke Saya. Tapi sebenarnya siapa sih Anda yang baru datang ke kehidupan sahabat Saya ini? Siapa yang seharusnya marah? Anda? Ah memang salah. Tapi siapa yang bisa menyalahkan hati? Saya memaklumi Anda.

Saya!

Next Page